Jangan sekali kali melupakan Sejarah

SUGIMAN, S.Pd.

Guru Sejarah SMA Negeri 1 Sidareja

--Selamat Datang di Web Blog JasMerah Sugiman, S.Pd. Terimakasih Atas Kunjungannya.--

Kenangan

Para siswa saat masih di SMP.

KKN-PPL SMA N 4 Purworejo

Kegiatan Clas Meeting di SMA N 4 Purworejo.

KKL Sejarah Bersama UNY 2009

Jalan-jalan di Gedung Tua Jakarta.

Hunting Tourist

Kegiatan Hunting Tourist Bersama siswa SMP di Batu Karas.

Study Tour Jakarta

Kunjungan ke Museum Lubang Buaya Jakarta.

Selasa, 11 Desember 2018

Folklore

Kata folklore merupakan pengindonesiaan dari bahasa Inggris folklore, berasal dari dua kata folk dan lore. Kata folk berarti sekelompok orang yang memiliki cirri pengenal fisik, sosial dan kebudayaan sehingga dapat dibedakan dari kelompok kelompok social lainnya. Ciri pengenal itu antara lain: warna kulit, bentuk rambut, mata pencaharian, dsb. Kata lore merupakan tradisio dari folk, yaitu sebagian kebudayaan yang diwariskan secara lisan atau melalui salah satu contoh yang disertai dengan gerak isyarat atau alat bantu pengingat. Folklore adalah bagian dari kebudayaan yang disebarkan atau diwariskan secara tradisional baik dalam bentuk lisan maupun contoh yang disertai isyarat atau alat bantu poengingat.
Sedangakn menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia, Folklor adalah adat istiadat tradisional dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun temurun, tetapi tidak dibukukan. 

Adapun ciri-ciri folklor adalah sebagai berikut:
1.      Penyebaran dan pewarisannya ditulis secara lisan
2.      Bersifat Tradisional
3.      Bersifat Anonim
4.      Memiliki fungsi penting dalam kehidupan masyarakat. Selain sebagai hiburan,pendidikan nilai, menyampaikan proses sosial dan untuk menyampaikan keinginan  yang terpendam / wasiat.
5.      Merupakan milik bersama masyarakat pendukungnya

Menurut Jan Harold Brunvard, ahli folklor dari Amerika Serikat, folklor dapat digolongkan ke dalam tiga kelompok besar berdasarkan tipenya, yaitu:
1)      Folklor Lisan
Merupakan folkor yang bentuknya murni lisan, yaitu diciptakan, disebarluaskan, dan diwariskan secara lisan.
Folkor jenis ini terlihat pada:
a.       Bahasa rakyat adalah bahasa yang dijadikan sebagai alat komunikasi diantara rakyat dalam suatu masyarakat atau bahasa yang dijadikan sebagai sarana pergaulan dalam hidup sehari-hari. Seperti: logat,dialek, kosa kata bahasanya, julukan.
b.      Ungkapan tradisional adalah kelimat pendek yang disarikan dari pengalaman yang panjang. Peribahasa biasanya mengandung kebenaran dan kebijaksanaan. Seperti, peribahasa, pepatah.
c.       Pertanyaan tradisional (teka-teki) Menurut Alan Dundes, teka-teki adalah ungkapan lisan tradisional yang mengandung satu atau lebih unsur pelukisan, dan jawabannya harus diterka.
d.      Puisi rakyat adalah kesusastraan rakyat yang sudah memiliki bentuk tertentu. Fungsinya sebagai alat kendali sosial, untuk hiburan, untuk memulai suatu permainan, mengganggu orang lain. Seperti: pantun, syair, sajak.
e.       Cerita prosa rakyat, merupakan suatu cerita yang disampaikan secara turun temurun (dari mulut ke mulut) di dalam masyarakat.Seperti: mite, legenda, dongeng.
f.       Nyanyian rakyat, adalah sebuah tradisi lisan dari suatu masyarakat yang diungkapkan melalui nyanyian atau tembang-tembang tradisional. Berfungsi rekreatif, yaitu mengusir kebosanan hidup sehari-hari maupun untuk menghindari dari kesukaran hidup sehingga dapat manjadi semacam pelipur lara. Seperti: lagu-lagu dari berbagai daerah.

2)      Folklor Sebagian Lisan
Merupakan folklor yang bentuknya merupakan campuran unsur lisan dan bukan lisan. Folklor ini dikenal juga sebagai fakta sosial. Yang termasuk dalam folklor sebagian lisan, adalah:
      a.       Kepercayaan rakyat (takhyul), kepercayaan ini sering dianggap tidak berdasarkan logika karena           tidak bisa dipertanggungjawabkan secara ilmiah, menyangkut kepercayaan dan 
             praktek (kebiasaan). Diwariskan melalui media tutur kata. 
      b.      Permainan rakyat, disebarkan melalui tradisi lisan dan banyak disebarkan tanpa bantuan orang d         ewasa. Contoh: congkak, teplak, galasin, bekel, main tali,dsb.
      c.       Teater rakyat
      d.      Tari Rakyat
      e.       Pesta Rakyat
f.       Upacara Adat yang berkembang di masyarakat didasarkan oleh adanya keyakinan agama ataupun kepercayaan masyarakat setempat. Upacara adat biasanya dilakukan sebagai ungkapan rasa terima kasih pada kekuatan-kekuatan yang dianggap memberikan perlindungan dan kesejahteraan kepada mereka.

3) Folklor Bukan Lisan
Merupakan folklor yang bentuknya bukan lisan tetapi cara pembuatannya diajarkan secara lisan. Biasanya meninggalkan bentuk materiil(artefak). Yang termasuk dalam folklor bukan lisan:
(a)    Arsitektur rakyat (prasasti, bangunan-banguna suci)
Arsitektur merupakan sebuah seni atau ilmu merancang bangunan.
(b)   Kerajinan tangan rakyat
Awalnya dibuat hanya sekedar untuk mengisi waktu senggang dan untuk kebutuhan rumah tangga.
(c) Pakaian/perhiasan tradisional yang khas dari masing-masing daerah
(d) Obat-obatan tradisional (kunyit dan jahe sebagai obat masuk angin)
(e) Masakan dan minuman tradisional

Jenis-Jenis Folklore :
1.      Mitos Suatu hal yang dipercayai benar adanya oleh sekelompok orang dan berkembang disuatu daerah. Tokohnya bisa berupa dari dunia lain (dewa-dewi)
2.      Legenda
Prosa Rakyat yang dianggap oleh empunya cerita sebagai sesuatu yang benar adanya.
Ciri-Ciri Legenda :
a. Bersifat duniawi'
b. Ditokohi manusia
c. Milik bersama suatu komunitas tempat legenda tersebut lahir.
d. Diwariskan turun temurun
e. Sebagai pedoman hidup karena isinya ada yang bersifat baik dan buruk
    Menurut John Harold Brunvan, ada 4 Jenis Legenda :
a. Legenda Keagamaan
b. Legenda alam gaib
c. Legenda perorangan
d. Legenda Tempat

3. Dongeng
Dongeng adalah prosa rakyat yang jalan ceritanya bersifat tidak masuk akal dan kurang dapat diterima dengan nalar namun seringkali mengandung nilai moral kehidupan.

4. Nyanyian Rakyat
Nyanyian Rakyat adalah salah satu bentuk folklore yang terdiri dari teks dan lagu

5. Upacara
Sebagai sarana penghormatan terhadap nenek moyang/ tempat/ peristiwa tertentu yang terjadi di masa lalu yang dihormati dan dilestarikan hingga  kini.


Share:

Kamis, 14 Maret 2013

Alasan paus Benediktus Mengundurkan Diri

Paus Benediktus Mundur Bukan Karena Masuk Islam, Tapi Skandal Seksual

VOA-ISLAM.COM - Dunia terhentak, tiba-tiba Paus Benediktus XVI mengumumkan pengunduran diri dari takhta tertinggi Katolik Roma, secara resmi pada akhir bulan lalu (28/2/2013). Paus ke-265 ini memutuskan untuk meletakkan jabatan yang sudah diemban sejak 2005, dengan alasan usia sudah uzur. Di usianya yang mencapai 85 tahun, ia merasa sudah tidak mampu lagi menjalankan tugas yang dipercayakan kepadanya.
Banyak pihak meragukan faktor usia sebagai alasan meletakkan jabatannya, karena selama ini biasanya Paus baru berhenti dari jabatannya jika sudah meninggal. Berbagai spekulasi pun muncul dari ancaman, intimidasi, skandal, hingga kepindahan agama.
Share:

Rabu, 02 Mei 2012

Hubungan Ruang Publik dengan Multikulturalisme

Ruang publik merupakan sebuah kondisi di mana warga atau masyarakat berhak menyampaikan pendapat, sikap yang bisa dilakukan tiap orang atau warga tanpa dibatasi status sosial, ekonomi, ras ataupun agama.

sedang menurut Jurgen Habermas, ruang publik merupakan ruang demikratis atau wahana diskursus masyarakat yang mana warga negara dapat menyatakan opini-opini, kepentingan dan kebutuhan mereka secara diskursif.
 Persoalan mendasar dalam multikulturalisme terletak pada sejauh mana ”multi” itu didefinisikan. Multi kulturalisme berarti sikap normatif tertentu untuk mengakui fakta keragaman dalam masyarakat. Ini merupakan definisi paling minimal karena sesudah pengakuan keragaman, setiap rezim multikulturalisme dapat menempuh jalan yang berbeda-beda bagaimana memperlakukan keragaman itu dalam struktur politik dan hukum yang baku.

Jadi hubungan antara multikulturalisme dengan ruang publik yaitu dimana ruang publik membentuk multikulturalisme. hal ini dikarenakan ruang publik adalah tempat untuk saling berinteraksi, baik antar individu, individu dengan kelompok maupun kelompook dengan kelompok. dengan adanya saling pengertian, toleransi dan sikap demokratis dalam ruang publik, menyebabkan kelompok-kelompok yang berbeda-beda menjadi saling mengenal satu sama lain dan saling berinteraksi. hal ini menyebabkan terbentuk nya pola yang selaras. hal ini terdorong oleh sikap manusia yang gregrariosness yang memiliki naluri untuk hidup bersama dengan orang lain walaupun berbeda kelompok.

Share:

Sabtu, 19 November 2011

Gunung Toba: Letusan terbesar di dunia

Tidak banyak yang mengetahui bahwa di sekeliling Danau Toba ada sebuah Gunung yang masih aktif sampai sekarang. Berikut sekelumit kisah sejarah gunung toba…
Pada tahun 1939, seorang geolog yang berasal dari Belanda yang mempunyai nama Van Bemmelen melaporkan bahwa sekitar Danau Toba yang panjangnya 100 kilometer dan lebarnya 30 kilometer dikelilingi oleh batu apung dari peninggalan letusan gunung.  Van Bemmelen juga menyimpulkan bahwa Danau Toba adalah sebuah gunung berapi yang masih aktif. Belakangan ini beberapa peneliti lain menemukan beberapa debu riolit (rhyolite) yang seusia dengan batuan Toba di Malaysia, bahkan juga sejauh 3.000 kilometer ke utara hingga India Tengah.
Share:

Jumat, 18 November 2011

Cara membuat Buku Tamu Tersembunyi


Jendela Pengetahuan (berbagi ilmu pengetahuan dan informasi)



Dengan adanya buku tamu di Blog anda, akan semakin menambah keren penampilan Blog anda. silahkan dicoba dan lihat hasilnya gan. ikuti langkah-langkahnya sebagai berikut :

1.  Login dulu ke Blog Kalian
2. Trus Cari Rancangan --> Klik Tambahkan Gadget
3. Pilih  HTML/java script
4. Copy dan Paste-kan Code Di Bawah Ini :

Share:

Komunitas

Komunitas
Klik gambar untuk mengunjungi

Buku Sekolah Elektronik

Buku Sekolah Elektronik
Klik gambar untuk mengunjungi